Pernik Ramadhan 2013 (8): Jumatan Selalu Pindah Masjid

(Masjid Muhajirin di Kompleks Balaikota Surabaya, ref rajaagam.files.wordpress.com)

(Masjid Muhajirin di Kompleks Balaikota Surabaya, ref rajaagam.files.wordpress.com)

Yang menarik, adalah setiap Jumat akan melakukan kunjungan yang berbeda masjidnya. Hari ini di masjid Al Falah, jumat besok ke masjid Muhajirin di balai kota. Terus berganti-ganti. Dan kembali lagi setelah berbulan-bulan.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat Ramadhan seperti ini, rumah ibadah selalu ramai. Entah itu majid, musholla, surau, langgar dan sebagainya. Kalau pada hari-hari biasa sepi, hanya ramai pada saat Jumatan, maka sekarang hampir tiap shalat ramai. Apalagi saat Maghrib dan setelah Isyak, yakni Tarawih. Dan menjadi puncaknya nanti saat 10 hari terakhir.

Membicarakan masjid, saya jadi teringat waktu masih kecil. Ya, kira-kira saya saat duduk di kelas 3-4 SD. Yakni pada hari Jumat. Hari yang saya tunggu. Ya, betul saya menunggu shalat Jumat. Tapi bukan shalat Jumatan itu yang saya tunggu, tapi perjalanan ke Masjid.

Waktu itu Bapak memiliki bemo, sebuah kendaraan umum beroda tiga. Hehehe, bemo itu seperti mobil musuhnya Mr Bean itu lho. Sekarang sudah jarang ditemui, kecuali mungkin di beberapa kota. Terakhir saya masih bisa menyaksikan di kota Malang dan Bogor.

Setiap Jumat itu, Bapak akan mengajak saya dan teman-teman sekampung untuk jumatan di sebuah masjid yang cukup jauh dari rumah. Kita naik bemo. Di belakang, di kursi penumpang. Saya dan teman-teman di belakang akan senang menumpang bemo ini. Gratis. Kesenangan khas anak kecil yang sekarang ditangkap oleh pengusaha ‘sepur kelinci’.

Yang menarik, adalah setiap Jumat akan melakukan kunjungan yang berbeda masjidnya. Hari ini di masjid Al Falah, jumat besok ke masjid Muhajirin di balai kota. Terus berganti-ganti. Dan kembali lagi setelah berbulan-bulan.

Sehingga kita selalu menunggu hari Jumat. Kadang karena saya penasaran saya menanyakan pada Bapak di Kamis malamnya masjid apa yang besok mau dikunjungi. Kadang Bapak mnejelaskan rencananya, tapi kadang juga tidak. Saya menduga bisa jadi Bapak tidak membocorkan rencananya, karena belum tahu ke mana. Bisa jadi sesaat mau berangkat, baru Bapak memiliki tujuan.

Tentu pergi jumatan ini menimbulkan kegembiraan bagi kita. Pertama, bisa naik mobil (meski itu bemo, kendaraan umum). Namun bagi kita, anak-anak kecil, naik kendaraan/mobil sangatlah menyenangkan. Apalagi dulu saat belum begitu banyak kendaraan di jalan.

Kegembiraan kedua, adalah bisa mendatangi masjid-masjid besar yang jauh dari tempat tinggal kita. Mengunjungi tempat-tempat baru. Sesuatu yang beda dengan masjid yang biasa kita kunjungi dekat rumah kita. Masjid yang lebih besar dan lebih bagus.

Saya lupa berapa lama kebiasaan ini berlangsung. Mungkin berakhir saat bemo itu dijual, atau saat kita sudah beranjak besar. Tapi pengalaman itu sangat berkesan di benak saya. Karena itu, saya punya kebiasaan setelah itu untuk jumatan di masjid yang berbeda-beda. [SUMA, 22/7/2013 siang]

~~~
Pernik Ramadhan adalah tulisan yang saya usahakan rutin saya tulis setiap hari selama bulan Ramadhan 1434H/2013M. Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi kita semua. Amin.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang II, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://www.yusuf.web.id

5,579 total views, 2 views today

4 Responses so far.

  1. abu azzam says:

    saya pas remaja juga suka jum’atan di masjid yang beda2… pengayaan batin… syukur2 dapet berkahnya alloh..

  2. abu azzam says:

    saya lebih suka di masjid-nya kyai samani al ngawi di deket kantor saya… soale doanya cocok… pake bahasa jawa juga… jadi tahu yang kita minta…

Leave a Reply