Lexical Resource | Karena ini score IELTS-mu tinggi

Sebelum memulai pembahasan kriteria ketiga dari penilaian IELTS Writing, pastikan para pembelajar sudah membaca 2 postingan sebelumnya karena postingan ini adalah lanjutan dari kedua postingan tersebut. Check it out!

PENGERTIAN LEXICAL RESOURCE

Saya tidak akan memberikan pengertian yang definitif atau yang rumit tentang Lexical resource ini. Sederhanya, Lexical resource adalah tentang vocabulary. Namun, lebih dari sekedar tahu vocab dan maknanya. Lexical resource mencakup beberapa hal, terutama dalam writing IELTS. Lexical Resource yang akan dilihat dalam writing-mu antara lain:

  • Seberapa BANYAK vocab yang kamu punya.
  • Seberapa AKADEMIK vocab yang kamu gunakan.
  • Seberapa TEPAT vocab yang kamu pakai. – (read: collocate)

WIDE-RANGED LEXICAL RESOURCE

Yang pertama, adalah seberapa BANYAK vocab yang kamu punya. Sebenarnya banyak bukan kata yang tepat untuk kasus ini. Lebih tepatnya seberapa luas vocabulary yang kamu tahu. Lalu, bagaimana examiner menilai luasnya pengetahuan kamu tentang lexical resource ini? Sederhana saja.

Kamu pasti sering mendengar dari tutor-tutor IELTS kamu bahwa pengulangan kata kurang baik untuk writing IELTS. BENAR. Mengulang-ngulang kata, jika sekali dua kali masih tidak apa-apa, tapi jika berulang kali akan berdampak pada bandscore Lexical Resource.

Variasi dari kata-kata yang kamu gunakan dalam writing adalah indicator utama bagi examiner untuk melihat seberapa luas Lexical Resource-mu. Sebagai contoh: Kamu ingin mengungkapkan kata “naik” dalam Bahasa Inggris. Terus kamu pakai “increased”. Terus, pada kalimat lain ada kata “naik” lagi, dan kamu pake “increased” lagi, terus ada “naik” lagi, kamu pake “increased” lagi. Yang ada di benak examiner adalah, “Oh, jadi si candidate ini, untuk menyatakan ‘naik’ tau-nya cuma ‘increased’ doang to?” Padahal increased punya banyak synonym, atau dalam kelas kata bahkan increased punya bentuk lain selain verb (noun : increase) yang bisa juga digunakan. Sayangnya, candidate tidak tahu banyak sehingga dari sini seberapa luas lexical resource candidate bisa dinilai.

Selain itu, ada mitos mengatakan, “Examiner sudah tahu berapa bandscore suatu tulisan HANYA dengan membaca paragraf introduction-nya saja.” Mitos ini BENAR. Tapi, seorang walaupun dia tau, examiner akan tetap membacanya sampai akhir.

Begini penjelasanya: Pada paragraf introduction, semua candidate harus melakukan paraphrase pada kalimat pertamanya. Paraphrase artinya merubah kalimat di soal dengan KALIMAT VERSI KITA SENDIRI tanpa merubah makna kandungannya dan digunakan sebagai kalimat pembuka dalam tulisan kita. Nah, dari paraphrase tadi, sudah nampak jelas mana candidate yang punya lexical resource yang luas dan mana yang terbatas dan mana yang cuma copy-paste saja. Dari situ-lah, bandscore untuk lexical resource bisa langsung terlihat oleh examiner. Paraphrase candidate yang punya banyak pengetahuan lexical resource / vocabulary-nya biasanya lebih banyak pake variasi baik synonym, struktur frasa, maupun syntax kalimat. Dan, hasilnya, band-score untuk lexical resource-nya tinggi karena kalimat pembuka kamu totally different dengan kalimat di soal namun makna yang terkandung tetap sama. Cerdas!

ACADEMIC VOCABULARY

Selanjutnya, hal yang sudah kita semua ketahui. Dalam IELTS academic writing, vocab-vocab yang digunakan juga harus akademik. Nah, dari mana kita tahu vocab yang kita gunakan itu akademik atau tidak? Gampang dan sederhana untuk mengetahuinya.

Cara pertama adalah dari pola kata / biasanya dari imbuhan-nya. Contoh: kata-kata yang berakhiran

  • -ise, : analise, monetise, subsidise, dll
  • -or, : protector, monitor, indicator, dll
  • -ure, : mature, fracture, endure, dll
  • dll – masih banyak lagi.

Pada umumnya vocabulary akademik bisa dilihat dari imbuhan yang menyertainya. Namun, perlu di ingat, ini bukan rumus pasti, jadi tidak selalu seperti itu. Pengalaman anda (jam terbang) dalam menulis dan membaca artikel-artikel akademik yang akan mampu dengan mudah membedakan – instinctively – mana akademik dan mana bukan.

Sebenarnya, kalo admin, untuk mengetahui apakah suatu kata itu akademik atau bukan adalah sederhana. Jika kata itu pernah admin temui di bacaan IELTS reading, maka kata tersebut akademik. Namanya saja IELTS academic reading, berarti akademik dong teks-nya. Sering-sering aja mengoleksi vocab-vocab yang ada di IELTS reading. Catat dan cari tau artinya. Kemudian gunakan saat latihan writing.

Selain academic vocab, kalian juga harus tahu tentang academic sentence. Bagaimana menulis dengan struktur yang akademik. Bagaimana tuh? Admin nggak akan bahas sekarang. Mungkin di lain waktu lewat postingan lain atau kalian bisa dapatkan di kursus-kursus IELTS terdekat. Kalau gak ada yang deket, ya ke Kampung Inggris Pare aja.

COLLOCATION

Mungkin istilah ini sering anda dengar saat masa belajar IELTS. Collocation adalah bagaimana suatu kata digunakan sebagaimana mestinya. Jadi, tidak semua kata yang ber-synonym bisa langsung diaplikasikan secara sama. Hal ini bisa dipengaruhi kata sebelum atau sesudah kata tersebut. Jika bingung, perhatikan contoh berikut ini:

“Melakukan / mengerjakan”, bahasa inggrisnya adalah “do”. Tapi apakah do bisa digunakan pada semua kasus dengan konteks “melakukan / mengerjakan”. Ternyata tidak, bahasa Inggris-nya “melakukan / mengerjakan” tergantung dari apa yang dilakukan / dikerjakan. Contohnya, kalau mengerjakan job, do memang sesuai.

I do the job.
They do the job.
She does the job.

Tapi kalau yang dilakukan adalah pekerjaan kejahatan seperti : murder, suicide, maka kata “commit” adalah yang paling sesuai.

Unable to overcome his problems of life, he committed suicide.

Itulah collocation. Kemampuan kalian dalam menggunakan suatu kata sesuai dengan konteks-nya. Untuk belajar collocation ini ada perlu kamus collocation. atau bisa mencari di website-website collocation dictionary seperti: http://www.freecollocation.com/

Jadi, mulai sekarang, jika kalian belajar IELTS, kalian butuh kamus baru selain kamus inggris-indonesia atau indonesia-inggris. Kamus itu adalah Kamus Collocation.

OK guys, itulah pembahasan kriteria ketiga penilaian IELTS writing, LEXICAL RESOURCE. Kriteria ke-empat, Grammar and Accuracy akan kita bahas di postingan Grammar | Pentingkah dalam IELTS Writing?.

Cheerio!

Leave a Reply